Budaya-Tionghoa.Net | Sejarah Ming Jiao dimulai dari daerah Babylon, Mesopotamia (sekarang sekitar Baghdad, Irak yang lagi dikerjain habis-habisan) pada masa abad ke 3 menurut penanggalan umum. Daerah Babylon merupakan persilangan antar budaya dan banyak memunculkan kepercayaan-kepercayaan baru hasil sinkretisme dari beberapa kepercayaan yang telah ada.
2010.05.15 Kunjungan Ke Shanghai Expo
Budaya-Tionghoa.Net | Teman teman semua, beberapa hari yg lalu saya sempat berkunjung ke Tiongkok. Dan ada kesempatan nonton Shanghai Expo . Sebenarnya tujuan utama saya adalah acara berburu foto-foto kelenteng dan bangunan tua di Tiongkok sana. Istilah linggis (red : Inggris) yang kita pake ya templing.
2010.08.15 Kunjungan ke Cihampea Bogor
Budaya-Tionghoa.Net | Pada hari Minggu 15 Agustus 2010. Kami mengadakan kunjungan ke Cihampea , Bogor , Jawa Barat. Selain untuk silahturami , mendengar , berbincang , berkenalan , foto-foto, belajar , mengamati , uji nyali , dan banyak lagi. Pesertanya adalah , Biksu Dananjaya , David Kwa Kian Hauw , Koh Ayao , Ardian Zhang Zhichang , Khemagiri Mitto , Sutomo Kho , Hartono Joao Kho , Awi , Dada Robby , Eko Hermiyanto , Agoeng Setiawan , Subur Teguh, Hendri Irawan Yu Yongde , King Hian (menyusul belakangan)
Orang Tidurpun Dibela Gus Dur
Budaya-Tionghoa.Net | “TUHAN tidak perlu dibela”, menjadi ungkapan paling masyur dari seorang yang bernama Gus Dur. Dalam pikirannya, yang namanya Tuhan tak memerlukan pembelaan dari sesuatu yang diciptakanNya sendiri. Apalagi sampai menguras tenaga dan pikiran. Kadang hingga menumpahkan darah dengan nyawa yang tak kembali.
Bagi seorang Abdurrahman Wahid atau dikenal dengan Gus Dur, Tuhan itu sudah agung dan besar. Dia tak memerlukan pembuktian atas kebesaranNya. Ia Maha Agung karena memang Dia ada. Apa yang diperbuat orang atas diriNya, sama sekali tidak ada pengaruhnya atas wujudNya dan atas kekuasaanNya. Jadi yang perlu dibela adalah kaum penyembah Tuhan atau orang-orang kecil yang terpinggirkan, terdesak dan terjatuh nasibnya. Bukan Tuhan, yang tak pernah terpinggirkan dan Maha Kuat selamanya.
A Classic “The Little Tea Book” – Arthur Gray
Budaya-Tionghoa.Net | Buku klasik karya Arthur Gray ini menjelaskan tentang sejarah teh , dari Tiongkok , kemudian berkembang di Jepang , dan akhirnya VOC memperkenalkan teh kepada bangsa Barat lainnya. Teh kemudian menjadi minuman teh yang mendunia bahkan di jaman Arthur Gray.