Budaya-Tionghoa.Net | Ada dua nama yang tercatat secara gemilang dalam sejarah kebangkitan kembali genre cerita silat di Indonesia setelah tahun 2000.Yang pertama adalah Zhou Fuyuan (Skalaras), karena dialah orang pertama yang di era kebangkitan kembali cerita silat di Indonesia telah menerjemahkan cerita silat yang belum pernah diterjemahkan sebelumnya. Yaitu satu-satunya karya Chin Yung yang sampai saat itu belum diterjemahkan, “Pedang Gadis Wat (Yueh Nu Jian)”, diterjemahkannya di tahun 2003.
Makanan dan Kuwe-Kuwe Basah Jawa
Budaya-Tionghoa.Net | Marilah kita bersama berbicara tentang sesuatu yang ringan dan kenikmatan duniawi: makanan dan kuwe-kuwe (delikates) unik Jawa. Bagi seorang yang dibesarkan dan dapat didikan di Jawa chususnya Jawa Timur dan sering pergi ke Solo dan tinggal beberapa tahun di Batavia dan kemudian Jakarta, kedua periode kota yang bergantian nama tersebut diatas.
Resep Masakan : “Bak Kut Teh 肉骨茶 ala Teochew
Budaya-Tionghoa.Net | Bak Kut Teh, Rou Gu Cha adalah satu lagi makanan yang lahir dari budaya Tionghoa selat Malaka. Orang Tiongkok daratan dan Taiwan sepertinya tidak mengenal Bak Kut Teh. Kalau memang mereka mengenalnya, tolong dikoreksi.
Banyak yang mengatakan Bak Kut Teh lahir di Port Klang Malaysia di awal abad 20. Akan tetapi kesahihan data ini masih diperdebatkan. Dan karena Malaysia lebih maju dari kita dalam hal promosi dan komersialisasi, fakta Port Klang sebagai asal Bak Kut Teh ini telah mendunia. Di Indonesia sendiri, Bak Kut Teh populer sebagai makanan Tionghoa di Kepulauan Riau.
Tang Cie [Dong Zhi]
Budaya-Tionghoa.Net| Tang Cie biasanya jatuh pada tanggal 22 Desember. Kecuali pada tahun kabisat justru jatuh pada tanggal 21 Desember. Tang Cie berarti musim dingin tiba (Merupakan hari yang paling dingin). Tang Cie mempunyai makna yang khusus bagi masyarakat Tionghua. Seperti cerita turun temurun dikatakan hikayat Tang Cie konon adalah seseorang
pemuda sebagai tabib yang berbakat.
Catatan tambahan mengenai Kaisar Qin Shihuangdi
Budaya-Tionghoa.Net | Berikut ini ada catatan tambahan mengenai Kaisar Qin Shihuangdi yang juga menarik untuk disimak. Ada pula pendapat yang mengatakan bahwa Qin Shihhuangdi tidak bisa disebut kejam dan lalim, tapi seorang pelaksana yang tegas, taat dan modern. Raja yang terdahulu jika mengusai negara lain, maka raja tersebut akan membagi-bagikan daerah kekuasaan barunya kepada sanak famili dan para bangsawan, namun tidak demikian halnya dengan Qin Shihhuang.